Pages

Rabu, 07 Desember 2011

Peternak Jangkrik yang sukses

Perkembangan budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) di berbagai wilayah di Indonesia dewasa ini skalanya cukup besar, begitu juga dengan seminar-seminar tentang budidaya jangkrik yang banyak diadakan di berbagai kota. Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi pembesaran yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 35 hari.
Jeli melihat kesempatan. Itulah modal awal Cecep Unang Ferisunardi yang pernah ikut seminar di yogyakarta tentang peternakan, kini mulai merintis usaha budidaya jangkrik di rumahnya, kawasan Desa Cisetu Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pria selain sebagai aktipis politik di partai PAN ini mampu menggali potensi alam dan mampu memanfaatkan peluang usaha jangkrik di wilayah Jawa Barat. Cecep memulai usaha ini sejak awal tahun 2010 dengan modal awal sekitar Rp 8 peti ternak jangkrik. "Memelihara jangkrik cukup mudah dan waktu panennya relatif singkat," ujar Cecep baru-baru ini.

Cecep yang lahir pada tahun 1966 ini memasarkan jangkrik peliharannya ke sejumlah penjual burung di Jawa Barat. Melalui bisnis tersebut, ia mengaku bisa meraup keuntungan sebesar Rp 18 juta. "Dalam sebulan kita menghasilkan sekitar 450 paket/karung yang berisi 1,3 Kg jangkrik tiap karung," jelas Cecep.

Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Apalagi setelah ditemukan adanya kandungan zat-zat penting yang sangat bermanfaat. Tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri. Di samping itu, Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar yang konsumennya para penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik yang ada di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha yang cukup bagus dalam sebuah skala industri.ternak jangkrik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik. Ujar Cecep.
Menurut Cecep ayah dari 2 anak ini Budidaya jangkrik merupakan alternative usaha yang cukup mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi permodalan juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaannya juga relatif singkat. dengan fakta tersebut, maka dibutuhkan beberapa persiapan yang matang dan serius untuk memulainya.

Masih lanjut Cecep kini dirinya sampai tahun ini sudah mencapai 450 peti jangkrik yang di ternak itu pun di bagi menjadi 6 titik yakni, di Kecamatan Sindang wangi, Kecamatan Leuwimunding, Kecamatan Palasah, Kecamatan Rajagaluh, dan Plumbun serta tolengas, dan pemasaran pun selain untuk wilayah Kab Majalengka sendri kini suda merambah keluar kota yakni antara lainnya ke pasar induk Bandung, Pekalongan, Ciamis, Cirebon, dan ke kota-kota lainnya. Namun Cecep kini merasa kewalahan pemasaran jangkrik pasalnya banyak dari luar kota yang memesan untuk ingin segera di kirim bahkan ada yang minta perharinya sekitar 100Kg jangkrik bahkan ada pula yang minta di kirim ke proyek industri besar, namun dengan keterbatasan modal Cecep hanya berharap ada infestor yang mau bergabung di usaha bisnis budi daya jangkrik ini, dan nantinya supaya bisa terpenuhi pemesanan dari luar kota tersebut, harapnya kepada GM. ( Jaja S )

sumber : http://majalengka-gragemedia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Sample text

Sample Text